Personal Superintelligence adalah visi yang dikemukakan CEO Meta, Mark Zuckerberg, bahwa superintelligence sebaiknya hadir sebagai alat pemberdayaan individu, membantu setiap orang mencapai tujuan, berkreasi, dan berkembang, alih-alih menjadi kekuatan terpusat yang berfokus menggantikan sebagian besar pekerjaan dan masyarakat.
Visi ini muncul setelah Meta membentuk Meta Superintelligence Labs pada Juni 2025 di bawah pimpinan Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI yang menjabat Chief AI Officer. Dalam memo internalnya, Zuckerberg menulis bahwa pengembangan superintelligence "kini mulai terlihat".
Konsep ini sering dipertentangkan dengan pendekatan lain yang menekankan keselamatan dan kendali terpusat (seperti SSI) maupun pendekatan kebijakan nasional. Perbedaan utamanya terletak pada siapa yang memegang kendali dan manfaat teknologi: individu, perusahaan, atau negara.
