Kamus AI

Superintelligence

Sistem AI hipotetis yang kecerdasannya melampaui kemampuan manusia terbaik di hampir semua bidang, termasuk sains, kreativitas, dan penalaran sosial. Disebut juga Artificial Superintelligence (ASI).

Superintelligence (superinteligensi), atau Artificial Superintelligence (ASI), adalah sistem AI hipotetis yang kecerdasannya melampaui kemampuan manusia terbaik di hampir semua bidang, termasuk riset ilmiah, kreativitas, dan kecakapan sosial. Konsep ini dipopulerkan oleh filsuf Nick Bostrom lewat buku Superintelligence: Paths, Dangers, Strategies (2014).

Superintelligence berbeda dengan AGI. AGI merujuk pada AI yang setara kemampuan manusia di berbagai tugas, sedangkan superintelligence adalah tahap setelahnya, ketika AI jauh melampaui manusia. Sebagian peneliti memperkirakan transisi dari AGI ke superintelligence bisa berlangsung cepat melalui intelligence explosion, meski hal ini masih diperdebatkan.

Bostrom membedakan beberapa bentuk superintelligence: speed superintelligence (berpikir jauh lebih cepat), collective superintelligence (gabungan banyak sistem yang bekerja bersama), dan quality superintelligence (kualitas kognisi yang secara fundamental lebih tinggi).

Hingga kini, belum ada sistem AI yang disepakati para ahli sebagai superintelligence. Namun istilah ini semakin sering dipakai: Safe Superintelligence Inc. dan Meta Superintelligence Labs menjadikannya tujuan terbuka, dan pada Oktober 2026 pemerintah AS membentuk "Super Intelligence Force", memakai istilah tersebut untuk kebijakan AI secara umum.

Isu utama yang menyertainya adalah keselamatan dan kendali: bagaimana memastikan sistem yang lebih cerdas dari manusia tetap selaras dengan nilai manusia, topik yang dibahas dalam AI Alignment.

Jelajahi Kamus AI